Monday, 20 May 2013

MAKALAH PENGEMBANGAN PARAGRAF


PENGEMBANGAN PARAGRAF

Pengembangan paragraf biasanya dialkukan untuk merinci secara cermat gagasan utama yang terkandung dalam kalimat topik. Dalam perincian itu terhimpun sejumlah informasi menurut kerangka dan tahapan tertentu. Dengan menuliskannya dalam kalimat-kalimat penjelas, informasi itu disampaikan secara logis, dijalin secara beruntun, dan ditautkan secara tertib. Sebuah paragraf dikembangkan menurut sifatnya dan tidak selalu dengan satu pola, melainkan dapat menggunakan dua pola atau lebih.
            Dalam tulis menulis ada berbagai cara yang digunakan untuk mengembangkan paragraf. Sekurang-kurangnya ada sepuluh model pengembang yang dapat ditemukan, yaitu pengembangan dengan contoh, bedaan, pengembangan sebab akibat, pengembangan dengan klasifikasi-divisi, pengembangan dengan kronologi, pengembangan dengan ilustrasi, pengembanagn dengan analogi, dan pengembangan dengan repitisi.
Berikut beberapa teknik pengembangan paragraf
1.      Pengembangan paragraf dengan contoh
Paragraf dapat dikembangkan dengan cara memberikan contoh-contoh yang memadai terhadap apa yang telah disebutkan dalam kalimat topik. Contoh-contoh dapay diberikan baik sebelum maupun sesudah kalimat topik bergantung pada cara berpikir deduktif atau induktif. Akan tetapi, baiak secara deduktif maupun induktif, pengembanagn paragraf dengan contoh ini mengandung kalimat topik yang berupa pernyataan umum yang akan dijelaskan dengan contoh contoh yang mendukung pernyataan umum itu.
·         Contoh kalimat topik dinyatakan pada kalimat terakhir. Dengan kata lain, contoh-contoh dikemukakan lebih dahulu baru kemudian ditutup oleh kalimat topik.
“Di Jakarta, meskipun tidak diberitakan secara luas, tidak kurang dari sepuluh orang yang mengalami pelecehan seksual pada saat perayaan malam tahun baru 1997. Di Surabaya lebih banyak lagi. Tidak kurang dari lima belas orang yang mendapat perlakuan itu. Sementara di Bandung jumlah korban pelecehan memang kecil, tetapi intensitasnya lebih tinggi. Hanya lima orang yang dilaporkan mendapat perlakuan itu, tetapi dua orang diantaranya sempat akan diperkosa sekelompok pemuda sebelum akhirnya dipergoki petugas keamanan. Kejadian-kejadian itu sekadar contoh bahwa tingkat kerawanan pelecehan seksual pada perayaan malam tahun baru amat mengkhawatirkan.”
Gagasan utama paragraf diatas adalah “tingkat kerawanan pelecehan seksual pada perayaan malam tahun baru amat ‘mengkhawatirkan.” Gagasan itu didukung oleh kalimat pengembang berupa contoh peristiwa pelecehan seksual yang terjadi pada perayaan tahun baru di Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Kata seperti contoh dan misal yang menghubungkan kalimat topik dengan kalimat pengemabng biasanay menjadi penanda paragraf yang dikembangkan denagn model ini.
·         “Penanganan anak autis harus direncanakan secara sangat rinci. Bergantung pada berat ringan gejala yang ada. Misalnya, tiap anak harus mempunyai rencana pendidikan sendiri yang berbeda dari temannya. Pskiater, guru khusus, dan orang tua harus bekerja sama dengan erat bial ingin hasil yang maksimal, serta kesabaran dan keuletan dalam mengajarkan sesautu yang biasanya berlangsung dalam waktu yang agak lama.
2.      Pengembangan Paragraf dengan Definisi
Teknik ini merupakan pemberian penjelasan tentang sesuatau dengan beberapa kalimat untuk memperjelas definisi. Kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan penjelasan tersebut kedalam beberapa kalimat, dan bahkan beberapa alinea
Pengembangan paragraf dengan definisi digunakan apabila seorang penulis bermaksud menjelaskan suatu istilah yang mengandung konsep yang dianggap perlu bagi pembaca agar memperoleh pengertian yang jelas dan tepat mengenai hal itu.
Pengembangan paragraf dengan definisi yang baik sangat berkaitan dengan cara membuat definisi yang baik. Definisi formal yang baik meletakkan kata yang didefinisisakn dalam kelompok atau kelasnya dan kemudian menunjukan perbedaan antara yang didefinisikan itu dengan anggota-anggota lain yang ada dalam kelompok itu. Contoh definisi
Ayam adalah unggas yang bersayap pendek sehingga umumnya tidak dapat terbang jauh.
Kata unggas adalh kelas dari ayam. Antara ayam dan anggota kelompok unggas lainnya, sepertiburung, entok, dan angsa dibedakan oleh ciri bersayap pendek sehingga umunya tidak dapat terbang jauh.
3.      Pengembangan Paragraf dengan Perbandinagn-Pengontrasan
Teknik ini mencoba memperjelas gagasan utama dengan membandingkan dan memepertentangkan hal-hal yang dibicarakan . Dalam hal ini penulis menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua hal. Hal-hal yang dapat dibandingkan adalah tingkat kesamaan dan perbedaan kedua hal tersebut
Pengembangan paragraf dengan mengemukakan persamaan dan perbedaan diantara dua hal juga sering dilakukan orang. Jika penulis berusaha membandingkan dua hal, biasanay ia akan mengemukakan kesamaan ciri diantara kedua hal tersebut. Sebaliknya, jika ia berusaah mengontraskan kedua hal tersebut, ia akan sekaligus menggunakn ciri kesamaan dan perbedaan.
Yang perlu diingat adalah bahwa jika dua hal dikontarskan, pastikan bahwa dua hal itu mempunya persamaan selain tentu saja juga mempunyai perbedaan.
·         “anak sulungku, yang kini berusia delapan tahun, benar-benar ber eda dengan adiknya. Wajah anak sulungku mirip ibunya, sedangkan adiknya lebih mirip saya. Dalam hal makan, sulit sekali emmbujuk si Sulung agar makan. Ia hanya menyenangi makanan-makanan seperti coklat atau es krim. Sementara adiknya tidak pernah menolak makanan. Bahkan, obat-obat yang diberikan dokter ketika ia sakitpun dianggapnya makanan juga. Akibat nafsu makan yang berdeda itu, tubuh si Sulung jauh lebih kurus dibandingkan dengan adiknya. Akan tetapi, baik si sulung maupun adiknya mudah marah bila tidak memperoleh yang diinginkannya. Dalam hal ini, mereka lebih mirip dengan saya.
Dalam paragraf ini perbedaan antara si Sulung dan adiknya lebih ditonjolkan. Untuk mengungkapkan persamaan dan perbedaan itu, dalam paragraf biasanay sering digunakan kata-kata seperti tetapi, apalagi, berbeda dari, demikian pula, sedangkan, dan sementara itu.
      Pengembanagn paragraf dengan pengontasan bertolak dari adanya satu unsur atau lebih yang sama, tetapi menunjukan ketakserupaan pada bagian-bagiannya. Bagian-bagian di antara keduanya kemungkinan besar sudah pasti tidak sama. Misalnya lengkeng dan buah duku. Keduanya adalah sama-sama buah, sama-sama manis, dan sama-sama berbentuk bulat. Akan tetapi, keduanya memepunyai ketidak serupaan yang jelas pada bagian-bagiannya. Kulit lengkeng berwarna cokelat, beumpun dan daging buahnya menjadi satu dengan biji.  Sedangkan duku berwarna cokelat susu dan daging buahnya berbuku-buku.
4.      Pengembangan Paragraf dengan Sebab-Akibat
Teknik sebab akibat dapat diwujudkan dengan melihat hubungan antara kalimat dalam paragraf. Hubungan kalimat yang satu dengan yang lain dapat berbentuk sebab-akibat. Sebab dapat berfungsi sebagai kalimat utama. Dan akibat sebagai kalimat penjelasnya. Dapat pula sebaliknya, akibat sebagai kalimat utama dan dijelaskan dengan beberapa penyebab sebagai perincian sehingga pembaca mudah memahami.


Dalam pengembangan ini hubungan kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf berbentuk sebab-akibat. Model pengembangan ini dipakai dalam tulisan ilmiah untuk berbagai keperluan antara lain untuk (1) mengemukakan alasan yang masuk akal (2) memberikan suatu proses, (3) menerangkan mengapa sesuatu terjadi demikian, dan (4) memprediksi runtutan peristiwa yang akan terjadi. Contoh paragraf :
·         ” keberadaan industri momponen di dalam negeri masih berada dalam kondisi rapuh sehingga sulit diharapakan untuk dapat meendudkung keberadaan industri otomotif. Akibatnya, industri otomotif nasional hingga kini masih tinggi tingkat ketergantungannya kepada komponen impor. Tingkat ketergantungan yang tingggi itu berakibat pada masih tingginya harga otomotif ditanah air.
Pada paragraf diatas yang menjadi pikiran utamanay adalah keberadaan industri momponen di dalam negeri masih dalam kondisi rapuh. Pikiran utama dalam paragraf tersebut merupakan faktor sebab, sedangkan yang menjadi akibatnya ada dua yaitu sulit diharapakan untuk dapat meendudkung keberadaan industri otomotif dan industri otomotif nasional hingga kini masih tinggi tingkat ketergantungannya kepada komponen impor.
5.      Pengembangan Paragraf dengan Klasifikasi-Divisi
Teknik ini merupakan penggunaan cara pengelompokkan hal-hal yang sama untuk memperjelas kalimat utama. Pada mulanya penulis mengelompokkan suatu hal berdasarkan persamaannya, Kemudian diperinci lagi lebih lanjut kedalam kelompok-kelompok yang lebih kecil dan detail. Pengelompokkan yang didasarkan pada persamaan biasanya dapat memberikan sebuah simpulan yang tepat
Dalam pengembangan karangan, kadang-kadang kita mengelompokkan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokkan ini biasanya diperinci lagi lebih lanjut ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.
Contoh :
·         Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis, dituntut beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan pengembangan atau penyajian. Yang termasuk kemampuan kebahasaan ialah kemampuan menerapkan ejaan, pungtuasi, kosa kata, diksi, dan kalimat. Sedangkan yang dimaksud dengan kemapuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf, kemampuan membedakan pokok bahasan, subpokok bahasan, dan kemampuan membagi pokok bahasan dalam urutan yang sistematik.
6.      Pengembangaan Paragraf dengan Kronologi
7.      Pengembangaan Paragraf dengan Ilustarsi
8.      Pengembangaan Paragraf dengan Analogi
9.      Pengembangaan Paragraf denganRepetisi
10.  Pengembangaan Paragraf dengan Kombinasi


No comments:

Post a Comment