PENGEMBANGAN
PARAGRAF
Pengembangan paragraf biasanya dialkukan untuk
merinci secara cermat gagasan utama yang terkandung dalam kalimat topik. Dalam
perincian itu terhimpun sejumlah informasi menurut kerangka dan tahapan
tertentu. Dengan menuliskannya dalam kalimat-kalimat penjelas, informasi itu
disampaikan secara logis, dijalin secara beruntun, dan ditautkan secara tertib. Sebuah paragraf dikembangkan menurut
sifatnya dan tidak selalu dengan satu pola, melainkan dapat menggunakan dua
pola atau lebih.
Dalam
tulis menulis ada berbagai cara yang digunakan untuk mengembangkan paragraf.
Sekurang-kurangnya ada sepuluh
model pengembang yang dapat ditemukan, yaitu pengembangan dengan contoh,
bedaan, pengembangan sebab akibat, pengembangan dengan klasifikasi-divisi,
pengembangan dengan kronologi, pengembangan dengan ilustrasi, pengembanagn
dengan analogi, dan pengembangan dengan repitisi.
Berikut
beberapa teknik pengembangan paragraf
1. Pengembangan
paragraf dengan contoh
Paragraf dapat
dikembangkan dengan cara memberikan contoh-contoh yang memadai terhadap apa
yang telah disebutkan dalam kalimat topik. Contoh-contoh dapay diberikan baik
sebelum maupun sesudah kalimat topik bergantung pada cara berpikir deduktif
atau induktif. Akan tetapi, baiak secara deduktif maupun induktif, pengembanagn
paragraf dengan contoh ini mengandung kalimat topik yang berupa pernyataan umum
yang akan dijelaskan dengan contoh contoh yang mendukung pernyataan umum itu.
·
Contoh kalimat topik dinyatakan pada
kalimat terakhir. Dengan kata lain, contoh-contoh dikemukakan lebih dahulu baru
kemudian ditutup oleh kalimat topik.
“Di Jakarta, meskipun
tidak diberitakan secara luas, tidak kurang dari sepuluh orang yang mengalami
pelecehan seksual pada saat perayaan malam tahun baru 1997. Di Surabaya lebih
banyak lagi. Tidak kurang dari lima belas orang yang mendapat perlakuan itu.
Sementara di Bandung jumlah korban pelecehan memang kecil, tetapi intensitasnya
lebih tinggi. Hanya lima orang yang dilaporkan mendapat perlakuan itu, tetapi
dua orang diantaranya sempat akan diperkosa sekelompok pemuda sebelum akhirnya
dipergoki petugas keamanan. Kejadian-kejadian itu sekadar contoh bahwa tingkat
kerawanan pelecehan seksual pada perayaan malam tahun baru amat
mengkhawatirkan.”
Gagasan
utama paragraf diatas adalah “tingkat kerawanan pelecehan seksual pada perayaan
malam tahun baru amat ‘mengkhawatirkan.” Gagasan itu didukung oleh kalimat
pengembang berupa contoh peristiwa pelecehan seksual yang terjadi pada perayaan
tahun baru di Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Kata
seperti contoh dan misal yang menghubungkan kalimat topik
dengan kalimat pengemabng biasanay menjadi penanda paragraf yang dikembangkan
denagn model ini.
·
“Penanganan anak autis harus
direncanakan secara sangat rinci. Bergantung pada berat ringan gejala yang ada.
Misalnya, tiap anak harus mempunyai rencana pendidikan sendiri yang
berbeda dari temannya. Pskiater, guru khusus, dan orang tua harus bekerja sama
dengan erat bial ingin hasil yang maksimal, serta kesabaran dan keuletan dalam
mengajarkan sesautu yang biasanya berlangsung dalam waktu yang agak lama.
2. Pengembangan
Paragraf dengan Definisi
Teknik ini merupakan
pemberian penjelasan tentang sesuatau dengan beberapa kalimat untuk memperjelas
definisi. Kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan penjelasan tersebut
kedalam beberapa kalimat, dan bahkan beberapa alinea
Pengembangan paragraf
dengan definisi digunakan apabila seorang penulis bermaksud menjelaskan suatu
istilah yang mengandung konsep yang dianggap perlu bagi pembaca agar memperoleh
pengertian yang jelas dan tepat mengenai hal itu.
Pengembangan paragraf
dengan definisi yang baik sangat berkaitan dengan cara membuat definisi yang
baik. Definisi formal yang baik meletakkan kata yang didefinisisakn dalam
kelompok atau kelasnya dan kemudian menunjukan perbedaan antara yang
didefinisikan itu dengan anggota-anggota lain yang ada dalam kelompok itu.
Contoh definisi
Ayam adalah unggas yang
bersayap pendek sehingga umumnya tidak dapat terbang jauh.
Kata unggas adalh kelas
dari ayam. Antara ayam dan anggota kelompok unggas lainnya, sepertiburung,
entok, dan angsa dibedakan oleh ciri bersayap pendek sehingga umunya tidak
dapat terbang jauh.
3. Pengembangan
Paragraf dengan Perbandinagn-Pengontrasan
Teknik ini mencoba
memperjelas gagasan utama dengan membandingkan dan memepertentangkan hal-hal
yang dibicarakan . Dalam hal ini penulis menunjukkan persamaan dan perbedaan
antara dua hal. Hal-hal yang dapat dibandingkan adalah tingkat kesamaan dan
perbedaan kedua hal tersebut
Pengembangan paragraf
dengan mengemukakan persamaan dan perbedaan diantara dua hal juga sering
dilakukan orang. Jika penulis berusaha membandingkan dua hal, biasanay ia akan
mengemukakan kesamaan ciri diantara kedua hal tersebut. Sebaliknya, jika ia
berusaah mengontraskan kedua hal tersebut, ia akan sekaligus menggunakn ciri
kesamaan dan perbedaan.
Yang perlu diingat
adalah bahwa jika dua hal dikontarskan, pastikan bahwa dua hal itu mempunya
persamaan selain tentu saja juga mempunyai perbedaan.
·
“anak sulungku, yang kini berusia
delapan tahun, benar-benar ber eda dengan adiknya. Wajah anak sulungku mirip
ibunya, sedangkan adiknya lebih mirip saya. Dalam hal makan, sulit sekali
emmbujuk si Sulung agar makan. Ia hanya menyenangi makanan-makanan seperti
coklat atau es krim. Sementara adiknya tidak pernah menolak makanan. Bahkan,
obat-obat yang diberikan dokter ketika ia sakitpun dianggapnya makanan juga.
Akibat nafsu makan yang berdeda itu, tubuh si Sulung jauh lebih kurus
dibandingkan dengan adiknya. Akan tetapi, baik si sulung maupun adiknya mudah
marah bila tidak memperoleh yang diinginkannya. Dalam hal ini, mereka lebih
mirip dengan saya.
Dalam
paragraf ini perbedaan antara si Sulung dan adiknya lebih ditonjolkan. Untuk
mengungkapkan persamaan dan perbedaan itu, dalam paragraf biasanay sering
digunakan kata-kata seperti tetapi, apalagi, berbeda dari, demikian pula,
sedangkan, dan sementara itu.
Pengembanagn paragraf dengan pengontasan
bertolak dari adanya
satu unsur atau lebih yang sama, tetapi menunjukan ketakserupaan pada
bagian-bagiannya. Bagian-bagian di antara keduanya kemungkinan besar sudah pasti tidak
sama. Misalnya lengkeng dan buah duku. Keduanya adalah sama-sama buah, sama-sama manis, dan sama-sama berbentuk bulat.
Akan tetapi, keduanya memepunyai ketidak serupaan yang jelas pada
bagian-bagiannya. Kulit lengkeng
berwarna cokelat, beumpun dan daging buahnya menjadi satu dengan biji. Sedangkan duku berwarna cokelat susu dan
daging buahnya berbuku-buku.
4. Pengembangan
Paragraf dengan Sebab-Akibat
Teknik sebab akibat
dapat diwujudkan dengan melihat hubungan antara kalimat dalam paragraf.
Hubungan kalimat yang satu dengan yang lain dapat berbentuk sebab-akibat. Sebab
dapat berfungsi sebagai kalimat utama. Dan akibat sebagai kalimat penjelasnya.
Dapat pula sebaliknya, akibat sebagai kalimat utama dan dijelaskan dengan
beberapa penyebab sebagai perincian sehingga pembaca mudah memahami.
Dalam pengembangan ini
hubungan kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf berbentuk sebab-akibat. Model
pengembangan ini dipakai dalam tulisan ilmiah untuk berbagai keperluan antara
lain untuk (1) mengemukakan alasan yang masuk akal (2) memberikan suatu proses,
(3) menerangkan mengapa sesuatu terjadi demikian, dan (4) memprediksi runtutan
peristiwa yang akan terjadi. Contoh paragraf :
·
” keberadaan industri momponen di dalam
negeri masih berada dalam kondisi rapuh sehingga sulit diharapakan untuk dapat
meendudkung keberadaan industri otomotif. Akibatnya, industri otomotif nasional
hingga kini masih tinggi tingkat ketergantungannya kepada komponen impor. Tingkat
ketergantungan yang tingggi itu berakibat pada masih tingginya harga otomotif
ditanah air.
Pada
paragraf diatas yang menjadi pikiran utamanay adalah keberadaan industri
momponen di dalam negeri masih dalam kondisi rapuh. Pikiran utama dalam
paragraf tersebut merupakan faktor sebab, sedangkan yang menjadi akibatnya ada
dua yaitu sulit diharapakan untuk dapat meendudkung keberadaan industri
otomotif dan industri otomotif nasional hingga kini masih tinggi tingkat
ketergantungannya kepada komponen impor.
5. Pengembangan
Paragraf dengan Klasifikasi-Divisi
Teknik
ini merupakan penggunaan cara pengelompokkan hal-hal yang sama untuk
memperjelas kalimat utama. Pada mulanya penulis mengelompokkan suatu hal
berdasarkan persamaannya, Kemudian diperinci lagi lebih lanjut kedalam
kelompok-kelompok yang lebih kecil dan detail. Pengelompokkan yang didasarkan
pada persamaan biasanya dapat memberikan sebuah simpulan yang tepat
Dalam
pengembangan karangan, kadang-kadang kita mengelompokkan hal-hal yang mempunyai
persamaan. Pengelompokkan ini biasanya diperinci lagi lebih lanjut ke dalam
kelompok-kelompok yang lebih kecil.
Contoh :
·
Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis, dituntut
beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan
kemampuan pengembangan atau penyajian. Yang termasuk kemampuan kebahasaan ialah
kemampuan menerapkan ejaan, pungtuasi, kosa kata, diksi, dan kalimat. Sedangkan
yang dimaksud dengan kemapuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf,
kemampuan membedakan pokok bahasan, subpokok bahasan, dan kemampuan membagi
pokok bahasan dalam urutan yang sistematik.
6.
Pengembangaan Paragraf dengan Kronologi
7.
Pengembangaan Paragraf dengan Ilustarsi
8.
Pengembangaan Paragraf dengan Analogi
9.
Pengembangaan Paragraf denganRepetisi
10.
Pengembangaan Paragraf dengan Kombinasi
No comments:
Post a Comment